Posted by: riezkyoktorawaty on: October 26, 2011
Posted by: riezkyoktorawaty on: July 3, 2011
1. “Kapan nyusul?” / “Kapan nikah?” / “Jangan pemilih!” | “….” |
2. Setelah 6 bulan nikah, ketemu lagi. “Mana neh si kecil?” / “Masa kalah sama si A, sebulan nikah langsung isi.” | “….” |
3. Pertanyaan basa basi atau sengaja menohok. Berasa sensitif karena umur mulai lewat kepala 3
4. Anehnya yg berani tanya2 kaya’ gitu pastilah mereka yg udah nikah duluan. Merasa menang kah
5. Bisa dibilang ‘pembalasan’ karena mereka dulu (sblm nikah) pernah di tanya2 in kaya’ gitu.
6. Sekarang gini aja deh,jelas2 aku klo ke kondangan sama nyokap, kok tanya nya “Kapan nikah?” harusnya tuh, “Calon kamu mana?”
7. Padahal setelah nikah pun, kepo nya ga berhenti juga. Apalagi kalo bukan, “mana si kecil?”
8. So what! Ada temen yg nikah, langsung hamil, udah gitu keguguran. Salah sapa coba?
9. Semua juga pinginnya yg perfect. Nikah trus punya anak.
10. Tapi kalo Tuhan belum kasih sesuai kebutuhan kita gimana donk. Mau di paksain, siapa aja yg ‘lewat’ suruh nglamar.
11. Yang pacaran pun juga belum tentu jodohnya dia kan.
12. So, beruntunglah kalian yg sekarang udah nemuin pasangan (semoga jodoh). Jangan lama2, menikahlah.
13. Buat yg jomblo kaya’ aku, ya sambil menunggu, memantaskan diri aja dulu. Jangan lupa minta terus sama Tuhan + usaha hehe
14. Terus buat yg belum di karuniai anak, anggap aja Tuhan nyuruh kalian pacaran dulu
.
15. “Kapan nikah?” | “Mana si kecil?” | langsung saja jawab, “Amin!”
16. Semakin banyak mereka tanya, semakin luas pula doa kita.
#pernikahan. | Tanya = Doa . RIGHT!
by. @riezkylibra80
Posted by: riezkyoktorawaty on: July 3, 2011
Es Sirup ini terlalu manis, mencekik tenggorokan.
Biarkan saja es batu mencair perlahan, manis alami pun kan terasa.
Tak perlu kau suguhi aku kebaikan-kebaikan hanya tuk mendinginkan amarahku.
Kebaikan yang berlebih justru buatku semakin tersiksa. Batinku tercekik.
Biarkan saja amarahku mencair perlahan, merasakan kebaikan yang memang alami, bukan di buat2.
Terbukti Es Sirup terlalu manis tadi, aku biarkan selama 20 menitan. Hasil: manis alami dan lebih seger.
Beri waktu dan ruang,amarahku kan mencair dengan kesegaran baru, senyuman termanisku tentunya. Tenang, senyumku tak sampai mencekikmu
Yang lagi marahan sama pasangan, ikutin teori Es Sirup deh.
Eh tau ga, bulir air yang ada di luar gelas Es Sirup tadi, di kerubutin semut lho.
*artikan sendiri*
by. @riezkylibra80
Posted by: riezkyoktorawaty on: May 18, 2011
riezkylibra80: Eh ada cowok keren di sebelah kananku. Aduh bapak2 ini ngalangin pandangan dia ke aku deh ;p #halteroyal
Original Tweet: http://twitter.com/riezkylibra80/status/70808049790615552 Sent via TweetDeck (www.tweetdeck.com)
Posted by: riezkyoktorawaty on: May 15, 2011
Posted by: riezkyoktorawaty on: May 14, 2011
@riezkylibra80: Ya kamu memilih DIA | Kamu: “menjadi PENDETA adalah jalan hidupku sayang.” Aku: “…..” (sudahkah kamu ada di jalan Nya sayang) #bedaagama -
- shared via Twidroyd http://twidroyd.com
Posted by: riezkyoktorawaty on: May 11, 2011
riezkylibra80: BACAlah walau hanya satu ayat, #NULIS lah walau hanya #satukalimat – #mimpi35
Original Tweet: http://twitter.com/riezkylibra80/status/64274900759744512 Sent via TweetDeck (www.tweetdeck.com)
Posted by: riezkyoktorawaty on: May 11, 2011
Hey, I just downloaded WhatsApp Messenger on my Android. It is a Smartphone Messenger which replaces SMS. This app even lets me send pictures, video and other multi-media! WhatsApp Messenger is available for Android, iPhone, Nokia and BlackBerry and there is no PIN or username to remember – it works just like SMS and uses your internet data plan. Get it now from http://www.whatsapp.com/download/ and say good-bye to SMS.
Posted by: riezkyoktorawaty on: May 7, 2011
Surabaya, 7 Mei 2011
Hari yang aku tunggu-tunggu. Kumpul bareng penulis-penulis Surabaya. Dan ada bintang tamunya lho, salah satu penulis buku Cemburu Itu Peluru, yup, mbak Kika.
Seminggu sebelum acara, NBC Surabaya bikin syarat. Menulis Flash Fiction dengan tema Phobia. Flash Fiction adalah tulisan yang hanya berkisar tak lebih dari 1000 kata. Dan NBC Surabaya hanya mensyaratkan 350 kata.
Bayangkan saja, menulis sebuah cerita utuh hanya dengan 350 kata saja. Awal menulis rada bingung dengan tema. Phobia? pasti kepikirannya phobia sesuatu. Dan aku sempat akan menuliskan Phobia Cermin. Dan ternyata aku mentok. Ga ada greget nya. Sehingga aku putuskan, kenapa ga bercerita si phobia nya saja.
Ya, tokoh utamanya si phobia. Aku pun menulis tanpa memikirkan judul. Jujur setiap ada project nulis dari Nulis Buku dan Writing Session Club, aku ga pernah menuliskan judulnya terlebih dahulu. Karena aku takut tulisanku terbatas judul, ga bisa berkembang.
Sampai akhirnya aku menemukan judul tulisanku, gara-gara kalimat pengulang di tiap paragraf nya. Nikmati Saja adalah judul yang aku pakai untuk tulisan Flash Fiction ku ini.
Eh.. Ternyata tulisanku di anggap menarik dan bagus karena twist yang aku suguhkan.
Dan aku mendapatkan buku Cemburu Itu Peluru sebagai hadiah, karena tulisanku menjadi tulisan favorit NBCSby3. Sebenarnya aku udah punya buku ini. Dan benar-benar buku bagus.
Kalo gitu buku Cemburu Itu Peluru nya aku kasih buat seseorang ajah. Aku mau, dia juga ikut nulis. Kalo aku bisa, dia pun lebih bisa. Aku suka tulisan-tulisan dia, apalagi puisinya. So, buku ini sebagai penular Virus Menulis
Selesai acara, tak lupa kita semua foto bareng.
Sekian dulu reportase nya. Seru kan. Jangan malu gabung bareng kita. Aku pemula pun ternyata bisa kan.
Keep On Writing guys!
Posted by: riezkyoktorawaty on: May 7, 2011
NIKMATI SAJA!
By. Riezky Oktorawaty (@riezkylibra80)
http://riezkyoktorawaty.wordpress.com
Egoku meronta. Saatnya aku mencari mangsa baru lagi.
Di sana ada yang memanggilku. Memanggil?! Nggak mungkin deh, bukannya mereka tidak menyukai aku. Aku berperan sebagai apa ya sekarang? Aku suka dengan tugasku ini. Semakin dibenci dan dimaki, semakin membuatku puas.
Wajah pucat pasi pria berdasi ini adalah salah satu contoh warna kehidupanku. Aku semakin puas dengan terus menggodanya. Sampai-sampai dia pun ngompol di celana. Untung hanya ada dia seorang di dalam jebakan lift ini, dia pun tak perlu malu. Tapi, apa masih sempat dia memikirkan malu. Aku tahu, dia hanya ingin cepat-cepat keluar dari lift ini. Tunggu! Bukannya pria ini biasa naik tangga, kenapa tiba-tiba memilih lift. Ah, aku tak peduli, aku akan terus menghimpitnya seakan-akan memakannya hidup-hidup. Nikmati saja!
Ini yang paling aku suka, aku menduplikasi menjadi ribuan manusia, dan siap menerkam wanita cantik ini. Wanita ini begitu sempurna, sayangnya dia terlalu lama disembunyikan. Sekalinya dia diijinkan keluar dari peraduannya, dia malah muntah-muntah dan akhirnya pingsan di acara ulang tahun nya yang ke 17. Ternyata waktunya belum tepat. Sampai kapan wanita ini bersembunyi, tak terasa selama 17 tahun ini aku setia menggodanya. Yah, nikmati saja!
Aneh rasanya kalau aku menghantui orang gila ini, yah, sampai kapanpun aku akan tetap ada di ruang pikiran nya. Bosan juga, tapi ini lah tugasku. Cermin-cermin mengitarinya, seketika aku pun mencekik dan memasang tali tambang di lehernya sekaligus menggantungnya. Apa Dokter ini tak menyadari, cara terapi ini, malah membuat orang gila ini semakin gila, karena melihat bayangannya sendiri bunuh diri. Yah, nikmati saja!
Sebenarnya aku tak tega melakukan ini, tapi aku terlanjur terpatri di otak pria berdasi, wanita cantik, dan orang gila ini, pun sejuta umat di luar sana yang mengenal sekaligus membenci aku. Mereka bisa saja membunuhku, tapi kemauan dan keinginan kuat mereka pun ternyata masih terkalahkan oleh egoku. Walaupun dengan bantuan psikiater, toh mereka tak sembuh-sembuh jua. Sampai kapan?! Yah, silahkan nikmati saja!
Sssttt… tau nggak sih, nama yang mereka berikan padaku, keren lho. Phobia, ya, itulah aku. Aku akan tetap setia menggoda, menghantui, menakuti dan menyakiti alam bawah sadar mereka.
Nikmati saja!
Project Flash Fiction @nulisbuku Tema: Phobia
yang comment neh